Apr 22
mengkampanyekan program sekolah gratis. Kemunculan iklan ini sekilas
memberikan secercah harapan akan adanya program pendidikan yang dapat
diakses oleh setiap orang Indonesia tanpa harus mengeluarkan uang
sepeserpun. Lewat program ini, pemerintah dan Diknas ingin agar setiap
orang tua mau menyekolahkan anaknya tanpa perlu lagi memikirkan berapa
biaya sekolah yang harus ditanggung oleh mereka. Di atas permukaan,
program ini terlihat bagus, hebat, dan luar biasa. Tapi iklan ini
termasuk menyesatkan! Iklan ini menyesatkan karena orang tua murid
dibuat berpikir bahwa biaya sekolah itu betul-betul gratis 100%.
Padahal komponen biaya belajar di sekolah bukan cuma uang iuran
bulanan saja. Kalau memang betul pendidikan itu gratis maka betulkah
seragam sekolah juga gratis? Kalau anaknya bertambah besar, mungkinkah
anak tersebut mendapatkan seragam sekolah yang baru dan lebih besar
tanpa harus membayar? Kalau sekolah itu gratis, betulkah buku-buku
siswa juga diberikan oleh sekolah? Masih perlukah siswa mencari buku
di luar sekolah? Kalau memang sekolah itu gratis, masih mungkinkah
siswa bebas dari pungutan-pungutan ekstra tidak jelas yang terkadang
dilakukan oleh pihak sekolah? Dan jika sekolah itu betul-betul gratis,
masih perlukah orang tua murid membayar uang masuk/pangkal saat
mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah negeri? Masih adakah yang
namanya pungutan uang pembangunan sekolah sebagai persyaratan agar
seorang calon siswa diterima di sebuah sekolah? Kalau belum ada
jawaban tegas yang bisa diberikan pada semua pertanyaan itu, maka
kampanye pendidikan gratis di Indonesia adalah kebohongan publik.
Hati-hati kalau mau menyatakan pendidikan gratis di negara ini.
Bulan lalu, saya pernah menulis esai mengenai penyebab mahalnya biaya
sekolah di Indonesia yang mana hal tersebut disebabkan oleh tiga
faktor; seragam, buku, dan biaya-biaya sekolah yang tidak jelas.
Peniadaan uang iuran sekolah sama sekali tidak membuat biaya sekolah
menjadi gratis. Menjadi murah iya, gratis . . . nanti dulu. Kalau mau
bikin pendidikan gratis maka:
• Seragam HARUS GRATIS
• Buku HARUS GRATIS
• Biaya sekolah tidak jelas HARUS DIHILANGKAN
Untuk referensi lebih lanjut, silahkan baca artikel ini,
http://tinyurl.com/c4edvp
Program Sekolah Gratis: Betulkah?
Belakangan ini muncul iklan televisi keluaran Diknas yangmengkampanyekan program sekolah gratis. Kemunculan iklan ini sekilas
memberikan secercah harapan akan adanya program pendidikan yang dapat
diakses oleh setiap orang Indonesia tanpa harus mengeluarkan uang
sepeserpun. Lewat program ini, pemerintah dan Diknas ingin agar setiap
orang tua mau menyekolahkan anaknya tanpa perlu lagi memikirkan berapa
biaya sekolah yang harus ditanggung oleh mereka. Di atas permukaan,
program ini terlihat bagus, hebat, dan luar biasa. Tapi iklan ini
termasuk menyesatkan! Iklan ini menyesatkan karena orang tua murid
dibuat berpikir bahwa biaya sekolah itu betul-betul gratis 100%.
Padahal komponen biaya belajar di sekolah bukan cuma uang iuran
bulanan saja. Kalau memang betul pendidikan itu gratis maka betulkah
seragam sekolah juga gratis? Kalau anaknya bertambah besar, mungkinkah
anak tersebut mendapatkan seragam sekolah yang baru dan lebih besar
tanpa harus membayar? Kalau sekolah itu gratis, betulkah buku-buku
siswa juga diberikan oleh sekolah? Masih perlukah siswa mencari buku
di luar sekolah? Kalau memang sekolah itu gratis, masih mungkinkah
siswa bebas dari pungutan-pungutan ekstra tidak jelas yang terkadang
dilakukan oleh pihak sekolah? Dan jika sekolah itu betul-betul gratis,
masih perlukah orang tua murid membayar uang masuk/pangkal saat
mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah negeri? Masih adakah yang
namanya pungutan uang pembangunan sekolah sebagai persyaratan agar
seorang calon siswa diterima di sebuah sekolah? Kalau belum ada
jawaban tegas yang bisa diberikan pada semua pertanyaan itu, maka
kampanye pendidikan gratis di Indonesia adalah kebohongan publik.
Hati-hati kalau mau menyatakan pendidikan gratis di negara ini.
Bulan lalu, saya pernah menulis esai mengenai penyebab mahalnya biaya
sekolah di Indonesia yang mana hal tersebut disebabkan oleh tiga
faktor; seragam, buku, dan biaya-biaya sekolah yang tidak jelas.
Peniadaan uang iuran sekolah sama sekali tidak membuat biaya sekolah
menjadi gratis. Menjadi murah iya, gratis . . . nanti dulu. Kalau mau
bikin pendidikan gratis maka:
• Seragam HARUS GRATIS
• Buku HARUS GRATIS
• Biaya sekolah tidak jelas HARUS DIHILANGKAN
Untuk referensi lebih lanjut, silahkan baca artikel ini,
http://tinyurl.com/c4edvp

